Ringkasan Jurnal Sistem Penunjang Keputusan

Nama : Insan Cahya Setia
NIM   : 16160069

Data Jurnal
Nama Penulis : Syaiful Rokhman, Imam Fahrur Rozi , Rosa Andrie Asmara
Judul               : PENGEMBANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN
UKT MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOORA
STUDI KASUS POLITEKNIK NEGERI MALANG




Abstrak

Aplikasi Decision Support Systems (DSS) atau Sistem Penunjang Keputusan (SPK) penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa Politeknik Negeri Malang adalah aplikasi yang digunakan untuk menentukan kelompok biaya kuliah tunggal yang ditanggung oleh masing mahasiswa Politeknik Negeri Malang aplikasi ini dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP, database Mysql dan mengimplementasikan Metode Multi Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) dengan menggunakan metode tersebut dapat memberikan alternatif terbaik dalam penentuan uang kuliah tunggal berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa.
Kata Kunci : UKT, Metode MOORA, alternatif terbaik, DSS, SPK, Politeknik Negeri Malang

1. Pendahuluan

Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan sistem yang diterapkan dalam pembiayaan perkuliahan yang harus ditanggung oleh mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri yang berada di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Dalam hal ini, pembiayaan perkuliahaan tidak seperti pada saat-saat sebelumnya dimana biaya perkuliahan mahasiswa adalah terdiri dari beberapa macam komponen yangterpisah, misalnya SPP, Uang Praktikum, Iurn Orang Tua Mahasiswa (IOM), Uang Ujian Skripsi, Uang Wisuda, Sumbangan Peningkatan Kualitas Pendidikan (SPKP), dan lain-lain. Melalui penerapan UKT berarti bahwa hanya terdapat satu jenis pungutan biaya perkuliahan yang dikenakan kepada mahasiswa.
Salah satu aspek penting yang dimaksudkan dalam penerapan UKT adalah bahwa pembebanan biaya kuliah disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dari setiap mahasiswa. Oleh karena itu, dalam penerapan UKT sebuah Perguruan Tinggi Negeri menetapkan beberapa kategori pungutan UKT, sehingga selain dapat mengakomodasi anggota masyarakat tidak mampu secara ekonomi untuk mengenyam pendidikan tinggi, juga target penerimaan Perguruan Tinggi Negeri untuk biaya operasional penyelenggaraan pendidikan juga dapat tercapai.

2. Landasan Teori

2.1 Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik

2.2 Metode (MOORA)

Metode Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis ( MOORA) adalah metode yang diperkenalkan oleh Brauers dan Zavadkas (2006). Metode yang relatif baru ini pertama kali digunakan oleh Brauers dalam suatu pengambilan dengan multi-kriteria. Metode MOORA memiliki tingkat fleksibilitas dan kemudahan untuk dipahami dalam memisahkan bagian subjektif dari suatu proses evaluasi kedalam kriteria bobot keputusan dengan beberapa atribut pengambilan keputusan (Mandal dan Sarkar, 2012). Metode ini memiliki tingkat selektifitas yang baik karena dapat menentukan tujuan dari kriteria yang bertentangan. Dimana kriteria dapat bernilai menguntungkan (benefit) atau yang tidak menguntungkan (cost).
Metode MOORA terdiri dari lima langkah utama (Brauers and Zavadskas, 2006; Chakraborty, 2011; Gadakh, 2011; El-Santawy and Ahmed, 2012, Kalibatas, et al. 2008, Lootsma, 1999) sebagai berikut:
Langkah 1: langkah pertama adalah menentukan tujuan dan mengidentifikasi atribut evaluasi yang bersangkutan.
Langkah 2: langkah selanjutnya menampilakan semua informasi yang tersedia untuk atribut dalam bentuk matriks keputusan x adalah nilai kriteria masing-masing kriteria yang direpresentasikan sebagai matriks.


Langkah 3: Brauers et al. (2008) menyimpulkan bahwa denominator, pilihan terbaik dari akar kuadrat dari penjumlahan kuadrat dari setiap alternatif per atribut. Rasio ini dapat dinyatakan sebagai berikut :

Rasio xij menunjukkan urutan ke i dari alternatif pada kriteria ke j, m menunjukkan banyaknya jumlah alternatif dan n menunjukkan jumlah kriteria. Brauers et al. (2008) menyimpulkan bahwa untuk denominator, pilihan terbaik dari akar kuadrat dari penjumlahan kuadrat dari setiap alternatif per kriteria.


Langkah 4: untuk multi-objective optimization, hasil normalisasi adalah penjumlahan dalam hal pemaksimalan (dari atribut yang menguntungkan/ benefit) dan pengurangan dalam hal peminimalan (dari atribut yang tidak menguntungkan/ cost).Selanjutnya masalah optimasi menjadi:

Dinama g adalah nilai kriteria yang akan dimaksimalkan, (n-g) adalah nilai dari kriteria yang diminimalkan, dan Yi adalah nilai dari penilaian normalisasi alternatif i terhadap semua atribut. Dalam beberapa kasus, sering mengamati beberapa kriteria yang lebih penting lainnya. memesan untuk memberikan lebih penting atribut, itu tersebut dilakukan dengan bobot yang sesuai (signifikan koefesien). Ketika bobot kriteria ini dipertimbangkan maka persamaan Yi adalah berikut :



Dimana Wj adalah bobot atribut j.
Langkah 5: Nilai Yi bisa Positif atau negative tergantung dari jumlah maksimal (kriteria yang menguntungkan) dan minimal (kriteria yang tidak menguntungkan) dalam matriks keputusan.
 


3. Metodologi Penelitian

3.1. Prototype Model



4. Analisa dan Perancangan

4.1 Bisnis proses

4.2 Use Case

4.3 Flowchart 



5. Implementasi

5.1. Implementasi Basis Data


5.2. Implementasi Sistem

 Halaman Login

Halaman Mahasiswa

Halaman Kemampuan Ekonomi MAhasiswa



6. Pengujian dan Pembahasan

6.1 Uji Coba
Proses pengujian dilakukan dengan 3 cara, yaitu uji coba fungsional, uji coba perhitungan manual, dan uji coba perhitungan sistem.
6.1.1 Uji Coba Fungsional
Uji coba fungsional digunakan untuk mengetahui apakah sistem yang dibangun sesuai dengan yang kebutuhan pengguna. Uji coba ini dilakukan menggunakan blackbox. Uji coba fungsional dikatakan berhasil apabila fungsi yang ada pada sistem pendukung keputusan penentuan UKT mahasiswa sesuai dengan yang diharapkan pengguna.
6.1.2 Uji Coba Perhitungan Manual
Perhitungan manual dengan metode MOORA menggunakan 30 data sample kemampuan ekonomi mahasiswa yang didapatkan dari bagian akademik Politeknik Negeri Malang. Selain itu di masukan juga 2 data default dengan 1 data bernilai maximal dan 1 data bernilai minimal Berikut ini adalah flowchart perhitungan metode MOORA yang akan digambarkan pada Gambar 6.2.



7. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh penulis pada Sistem Penunjang Keputusan Penentuan Uang Kuliah Tunggal Mahasiswa Politeknik Negeri Malang menggunakan metode MOORA, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Dengan menggunakan metode MOORA tingkat presisi penghitungan nilai rentang antar kelompok UKT lebih baik daripada menggunakan cara penghitungan sebelumnya (karena range tiap UKT sama).
2. Metode MOORA dapat diimplementasikan dalam penentuan UKT Mahasiswa ini dapatditunjukan pada Tabel 6.10 Perbandingan Hasil Perangkingan, dengan menggunakan metode ini pendapatan Uang Kuliah Tunggal bisa lebih besar di banding menggunakan cara penghitungan sebelumnya.
3. Informasi penentuan UKT dapat dilakukan setelah jadwal proses entry data kemampuan ekonomi mahasiswa ditutup.





Sumber : http://jip.polinema.ac.id/ojs3/index.php/jip/article/view/41






 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UML Penjualan Barang

Pengertian Subnetting dan Manfaat